Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Indonesia

Bung Besar

Dalam satu atau dua hari yang lalu, seseorng men-tag link foto-foto berwarna presiden Soekarno dengan John Fitzgerald Kennedy (JFK) di grup F***B**K Madrasah sekolah menengah saya dulu. Menarik melihat Soekarno dengan Kennedy begitu akrab. Di foto-foto itu ada Jack dan Pak Karno berjalan sangat akrab dengan diiringi rombongan pengikutnya di belakang, Soekarno menggandeng tangan John F Jr. Singkat cerita Pak Karno seperti mengunjungi adeknya dalam muhibah tersebut. Hal yang menggelitik saya adalah bahwa dalam sejarahnya, Soekarno adalah seorang anti Amerika. Ini bisa kita saksikan dalam pidato-pidato nya, dari mulai pidato propaganda perang dunia kedua mendukung jepang sampai ganyang Malaysia. Dalam suasana perang dunia kedua soekarno terkenal dengan semboyan Amerika kita setrika, Inggris kita linggis. Setelah kemerdekaan pun demikian, Go to hell with your aid katanya pada Truman. Secara idepun Pak Karno adalah sosialis tulen, sedangkan Amerika adalah lahir batin anti sosialisme. Dala...

Membaca, Menyimak dan Menonton Indonesia

Blog ini dibuat disamping blog lain yang saya punya untuk menyalurkan tulisan yang lebih umum dan tidak pribadi. Diselimuti semangat nasionalisme yang menggebu-gebu, dinamakanlah blog ini Hiduplah Indonesia Raya. Saya bukan penulis yang produktif maupun blogger yang disiplin. Makanya kenyataan bahwa hingga saat ini perkembangan postingan masih seperti jalan keong, terseok-seok tidak ada perkembangan, sudah dalam antisipasi. Harus diakui, semangat saja tidak cukup untuk menghasilkan sesuatu. Disiplin dan kerja keras sangat penting untuk dapat membuahkan karya. Itulah yang saya punya tapi tidak cukup banyak. Lucunya, blog tanpa postingan tetap ini terus saja didatangi pembaca. Perkembangan pembaca tidak wah memang, cuma berkisar di angka ratusan. Akan tetapi tetap saja ada yang nyasar ke blog ini. Melihat sumber pembaca yang melihat blog ini membuat saya sadar, ternyata yang melihat-lihat ke sini sebenarnya tidak di dasari oleh isi blog, akan tetapi karena jasa mesin pencari. Malu ju...

Indonesia SUPERPOWER

I surfed the Internet, watching videos of Ted x events in Jakarta in Youtube this morning. I found two very interesting videos. First, the video Ridwan Kamil spoke about change, on how Indonesian youth should be creative and be responsible to the community. Second Anis Baswedan who spoke about a program called Indonesia Mengajar. The most interesting part in Kamil's video is at the end of the speech where he remind his father's advice. His father told him that there are four kinds of youth; the smarts but do not care, the fools but care, the fools who do not care, and last the smarts who care. The  smarts who do not care are people who just think about their leisure such as students and scholars who work abroad, and too afraid to return to Indonesia to work with petty salary. The fool who care are those who go to demonstration, some times get paid for that. The fool who do not care are the hoodlums in the market and villages. The one that his father advocate him to be is th...

E Pluribus Tunggal Ika

Saat pertama datang di Amerika Serika (AS), sering timbul keinginan membandingkan berbagai hal, baik itu besar atau trivia antara kampung dan tanah rantau ini. Sebagian besar adalah trivia karena memang yang terlihat itu hanyalah trivia. Diantara nya adalah istilah moto berbahasa latin di lambang negara amerika serikat  e pluribus unum. Moto ini dapat ditemui di semua koin AS. E Pluribus Unum memiliki arti yang hampir sama dengan Bhinneka Tunggal Ika Indonesia. Berbeda-beda tapi satu. Secara bahasa e pluribus unum berearti yang beragam (plural) satu (unum). Kedua moto yang serupa ini di tuliskan di pita yang di indonesia di pegang di kaki burung garuda, kalau di AS di gigit di paruh elang. Sebagai rakyat indonesia, agak memalukan memang, saya tidak tau bagaimana sejarahnya moto Binneka Tunggal Ika bisa sampai ada di kaki Garuda. Di AS sendiri moto ini berasal dari gentleman's magazine terbitan london tahun 1731, yang kemudian saat kemerdekaan AS tahun 1776 diakomodir menja...