Skip to main content

Menikmati percikan api demokrasi Indonesia

Dimana-mana orang berantem tentang pilihan presidennya. Bahannya beragam, dari masalah track record, kepribadian, kejiwaan, janji-janji sampai bayangan orang-orang yang berdebat tersebut tentang jagonya. Bahkan ada pula yang membuat joke, kartun, komik, meme untuk mendukung jagoannya dan menjatuhkan lawannya. Tak hanya di sarana pribadi, sosial media, bahkan media pun ikut berseteru menyorong-sorongkan sang jago untuk di pilih. 
Melihat hal ini, ada sedikit rasa risih,  Indonesia seperti sudah mau perang saja, tapi dalam pikiran yang lebih dalam saya bangga.  Indonesia telah makin dewasa. Semua hal ini menunjukkan adanya dinamika pemikiran, ada api persaingan memperjuangkan ide, ada nyawa kehidupan bernegara. Terus terang, saya menikmati pertarungan sebulan belakangan ini. 
Yang jadi keresahan saya adalah, setelah musim kampanye ini berlalu, selanjutnya apa? Apakah akan berakhir seperti piala dunia, pesta kemenangan semalam suntuk karena jagonya juara ( padahal bukan siapa-siapanya) lalu kembali diam menjalani hidup seperti sedia kala (terima nasib saja negara ini mau kemana dibawanya)? Ironis kalau demikian adanya. 

Comments

Popular posts from this blog

Camellia

Camelia 3  Ebiet G. Ade Di sini,  di batu ini a kan kutuliskan lagi n amaku dan namamu. Maafkan bila waktu itu d engan tuliskan nama kita k uanggap engkau berlebihan. Sekarang setelah kaupergi kurasakan makna tulisanmu. Meski samar tapi jelas tegas Engkau hendak tinggalkan kenangan dan kenangan. Disini kaupetikkan kembang, k emudian engkau selipkan p ada tali gitarku, m aafkan bila waktu itu k ucabut dan kubuang, k aupungut lagi dan kaubersihkan. E ngkau berlari sambil menangis. K audekap erat kembang itu.  Sekarang baru aku mengerti t ernyata kembangmu kembang terakhir, y ang terakhir. Oh Camelia, katakanlah ini satu mimpiku. Oh oh oh oh oh C amelia, maafkanlah segala silap dan salahku Disini, dikamar ini, y ang ada hanya gambarmu, k usimpan dekat dengan tidurku d an mimpiku Hidup memiliki nada dan liriknya sendiri. Irama yang paling ternikmati adalah musik yang nada dan suasananya paling dekat dengan nada dan lirik kehidupan.  Sepanjang penghidupan sampai pada titi...

Stop Being A Manager

  Modern world has made too much manager and just too few leader.  To excel, organizations need leaders more than manager. The most obvious difference between leader an manager is that managers run what they were told to while a leader run the organization and set what is it to be done to the organization. The most important rule for leader is that he take the burden and the blame for he designated the objective to the organization. I am sick of managers and long for the transformation and understanding of the talents to be a leader. Leader do not shat Pada suatu kesempatan di bulan Mei 2013, Waka Polri mengatakan bahwa setiap tahun 300 sampai 500 anggota polri dipecat karena melanggar kode etik sehingga tidak pantas jadi polisi. Pada bulan Desember 2012, Dirjen Bea Cukai mengatakan 7 pegawainya dipecat dan 22 orang turun pangkat .  Pada Bulan April 2012, Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jakarta, Hatta Wardhana  mengatakan kalau ada pega...

Selamat Jalan yazid, February 15, 2021

 dari yazidkhair.com Pagi ini persis satu tahun ummi mengejutkan kami. Tiga ratus enam puluh enam hari yang lalu, jam seperti sekarang, ketika di mesjid diputar suara orang mengaji, raung kami berserakan memecah sunyi. Tidak perlu diulang ceritanya, ingatan saja masih sangat perihnya, lukanya masih ternganga. Terlalu tenggelam dalam kehilangan, tiada sempat kami melepas dan menyampaikan selamat jalan secara pantas, padahal kematian itu sakral dan pasti dan setelah terjadi tiada tertantang lagi. Terlalu sibuk menggaruk duka, tiada sempat ku ucapkan kata perpisahan, masyuk mencumbu bayang tiada, angan dirimu tiada terlepaskan. Masih saja kami gila mengakali menggayung dan menambal bah kesedihan yang buncah. Setelah setahun pun belum terakali caranya. Tapi pagi ini mengingat waktu yang telah bergulir, sudah sepantasnya kami duduk dengan pikiran jernih, dan hidup sepantasnya hidup. Menarik napas dalam, menyelami sejuk pandang-mu dalam kenangan, barulah kini dapat k...